|
Pendidikan Utuh Meliputi Olah Otak, Hati, Rasa dan Raga
31/08/2009 - 09:08:23 | Read 49 Time(s)
"Pendidikan tidak cukup kalau hanya mengandalkan olah otak. Seseorang
akan tumbuh secara utuh jika ia mampu mengolah hati, rasa dan raganya."
JAKARTA,
Pendidikan tidak cukup kalau hanya mengandalkan olah otak. Seseorang
akan tumbuh secara utuh jika ia mampu mengolah hati, rasa dan raganya.
"Namun pendidikan formal tidak bisa menampung ini semua," kata
Bambang Sudibyo, Menteri Pendidikan Nasional, sesudah meresmikan sekolah seni
Jaya Suprana School of Performing Arts (JSSPA) yang bertempat di Mall of
Indonesia Jakarta, Minggu (30/8) malam.
Menurut Bambang, sekolah seni nonformal seperti JSSPA ini diperlukan untuk
melengkapi unsur pendidikan yang kurang di sekolah formal. Karena salah satu
hidup yang cerdas memenuhi unsur kreatif.
"Sumber kreatifitas adalah rasa yang lembut, sensitif, apresiatif,
dan mampu mengekspresikan kelembutan," ucap Bambang.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa saat ini dalam pendidikan kita ada
paradigma pembelajaran sepanjang hayat. Sumber pembelajarannya dari mana
saja, termasuk dari kehidupan. Tujuannya supaya seseorang menjadi cerdas
otaknya juga hidupnya.
"Sehingga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dalam kehidupannya.
Mampu menghidupkan segala potensi yang ada di dalam dirinya," tutur
Bambang.
Dalam peresmian tersebut juga diberikan enam penghargaan
Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada lima orang dan satu kelompok band yang
langsung diserahkan oleh Jaya Suprana, pendiri MURI.
Sumber: http://edukasi.kompas.com/ 31 Agustus 2009
Penulis: dweehan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar